TUJUAN DAN MIMPIKU
HAVE A BABY
HAVE A CAR
HAVE A HAPPY FAMILY
HOME
Ditulis dalam Uncategorized
MIMPIKU ….
Ditahun 2010 ini aku harus sudah bisa mendapatkan uang sebanyak 30 Juta Rupiah.
bulan desembar 2010 aku harus memiliki tabungan sebesar 5 Juta Rupiah.
tahun 2011 aku harus sudah bisa mendapatkan uang sebanyak 40 Juta Rupiah.
bulan desember 2011 aku harus memiliki tabungan sebanyak 10 Juta rupiah.
aku harus memiliki mobil Vios :
selain itu aku juga harus memiliki sebuah rumah idaman yang sangat nyaman.
:
bismillahirahmanirrahim.
yaallah berikanklah kemudahan kepadaku agar aku dapat meraih mimpiku.
Lampung 02 April 2010,
Ditulis dalam Uncategorized
Ketika tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke enam
Malaikat dateng dan bertanya,
“Mengapa begitu lama Tuhan?”
Tuhan menjawab :
“Sudahkah engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”
“ 2 Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan ketrepurukan….,
dan semua dilakukanya cukup dengan 2 tangan ini “
Malaikat itu takjub.
“Hanya dengan 2 tangan ?,
…… Impossible!”
Dan itu model Standard?!
“Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakanya”.
“Oh… Tidak , SAYA akan menyelesaikanya”
“Dia mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan dapat bekerja selam 18 jam”.
Malaikat mendekati dan mengamati bentuk WANITA itu.
“ Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”
“Ya… Aku membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yg AKU berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”
“Apakah dia bisa berfikir?”,
Tanya malaikat.
“Tidak hanya berfikir, dia mampu bernegosiasi.”
Malaikat itu menyentuh dagunya ….
“TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah atau rapuh….
Itu airmata”, koreksi TUHAN
“Untuk apa?”, Tanya Malaikat
TUHAN melanjutkan :
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggan.”
“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata Malaikat.
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”
Ya.. TENTU……!
WANITA ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Dia mampu menyayi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Dia tidak menolak jika melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
“ CINTANYA TANPA SYARAT “
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat meihat kawannya tertawa.
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.
Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita :
DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA……
Interprated by :
Lins_View inspires Y’all from any sources
Aku Laras Kurnia Sari
Tanggal lahirku 01 Juny 1999
aku bertempat tinggal di salah satu desa di provinsi lampung.
besar harapanku kepada teman-teman semua agar dapat mendorong aku untuk menjadi seorang dokter.
Laras kurnia sari adalah seorang anak berusia 10 tahun yang saat ini masih duduk di kelas5 seoklah dasar.
laras sangat menyukai pelajaran matematika, dan sangat membenci pelajaran sejarah.
hobinya adalah menggambar dan bernyanyi.
rambutnya keriting, hidungnya cukup mancung dan memiliki lesung pipit di pipinya.
laras bercita-cita ingin menjadi seorang dokter.
by : Laras Kurnia Sari.
Ditulis dalam Realita
Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University:
” STAY HUNGRY. STAY FOOLISH ”
Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya.
Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.
Cerita Pertama:
” MENGHUBUNGKAN TITIK – TITIK”
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.
Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:
“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai r endah an-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.
Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik.
Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan.
Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya.
Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan.
Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.
Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat.
Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya.
Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik
dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.
Cerita Kedua Saya:
” CINTA DAN KEHILANGAN ”
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.
Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi.
Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan.
Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley . Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya.
Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu
mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
Cerita Ketiga Saya:
” KEMATIAN ”
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.
Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. SelaluMerasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. ..Stay Hungry. Stay Foolish.
(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia )
Membaca terjemahan pidato Steve Job mrupakan pengalaman yang berharga untukku karena aku masih sempat membaca teks pidatonya. belum terlambat dan tidak ada kata terlambat untuk meraih keberhasilan.
kepercayaan diri dan keyakinan merupakan kunci sukses untuk kita semua.
So.. mari renungkanlah cerita dari steve job ini dan marilah kita bangun dari tidur kita.
“AKU PASTI SUKSES DAN SEMUA ORANG AKAN TAU ITU”
Ditulis dalam Motivasi | Tag:acara wisuda, adopsi, anak, apple, bayi, cinta, cinta dan kehilangan, coca cola, formatpidato, Job, kehilangan, kematian, kerja, kuliah, laki laki, Motivasi, next, pekerjaan, perempuan, pidato, pidato wisuda, steve job, teks pidato, victor, victor aritonang, wisuda
Sebongkah cangkang terkulai lemas meratapi kepedihan rasa yang telah terpatri oleh prosa yang diselimuti sekumpulan orang kerdil yang berjiwa srigala. Mereka yang dahulu pernah menyerap sedikit saripati, keharmonisan aura dan intelegensia yang mampu merubah mereka dari sekumpulan orang kerdil menjadi sekumpulan panglima yang gagah berani. Kini orang-orang kerdil itu berjalan perlahan meninggalkan sebuah cangkang disuatu tempat yang tak memiliki alas kesempurnaan.
Mereka umpama sorang pemimpin dunia yang duduk disinggasana bertahtakan emas dan bermahkotakan fragmentrasi cacahan berlian yang kilaunya mampu menyinari seluruh sisi kehidupan insan yang ada dimuka bumi.
Kini para pemimpin dunia itu telah pergi jauh melesat meninggalkan cangkang yang selama ini telah meyelimuti mereka dengan ilmu pengetahuan yang mampu merubah sekumpulan burung gereja menjadi sekumpulan burung rajawali. Rajawali yang dengan raungannya dapat menggetarkan sanubari peri-peri kemunafikan.
Sekarang pantaslah kita semua bertanya. Bagaimanakah keadaan cangkang yang telah memberikan sutau kehidupan baru tersebut? Apakah ia akan mati dengan meniggalkan jasad yang tak berguna atau ia akan tetap bertahan dengan sisa saripati yang ada hanya dengan bermodalkan keikhlasan?
Cangkang yang bergelora tersebut ternyata tetap mampu memancarkan keindahan sanubari yang bersinar putih terang, berkilauan memikat jiwa jiwa yanng sedang tertegun memandang kubah keyakinan. Wahai cangkang yang telah berulang kali disia-siakan oleh beberapa penghuninya, semoga engkau tetap memancarkan sinar putih dan tetap mampu bertahan walau hanya dengan setitik sisa saripati yang engkau miliki.
Ditulis dalam SASTRA HARMONI | Tag:bertahan, burung gereja, habis manis sepah dibuang, hidup, kesedihan, keyakinan, rajawali
- Masalah dan Tantangan -
Apakah kita pernah berfikir bahwa bahasa akan merubah kejadian yang akan terjadi diwaktu mendatang? Sepertinya sangat jauh sekali untuk memikirkan hal tersebut. Tapi apakah bisa?
Ada salah satu contoh :
Misalnya saja ketika Guntur ditanya oleh Managernya mengenai kinerjanya dikantor.
Manager : Guntur, sebernanya kamu kenapa?, mengapa belakangan ini kinerjamu sangat buruk?
Guntur : Saya sedang ada masalah Pak.
Coba kita analisis kalimat Guntur “Saya sedang ada masalah Pak”.
Ketika Guntur melafalkan kalimat ersebut, mungkin tidak disadari bahwa Guntur sendirilah yang menciptakan permasalahan tersebut, terlepas apakah yang sedang menimpanya. Apakah itu prihal keadaan perekonomian keluarganya, atau sesuatu yang sedang menimpa internal rumah tangganya.
Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah permasalahan itu muncul ketika Guntur menganggap sesuatu yang sedang dihadapinya itu merupakan masalah. Energi yang muncul ketika terlontar kata masalah merupakan wujud kecemasan, kegelisahan, keraguan dan ketakutan. Itulah yang diciptakan oleh Guntur dan itu pasti akan dialaminya.
Mengapa demikian? Karena masalah cenderung lebih dekat kearah sisi negatif. Itulah yang menyebabkan mengapa Guntur mengalami tekanan dalam dirinya sehingga mengakibatkan kinerjanya menurun.
Berbeda halnya ketika Ramzi ditanya oleh Managernya.
Manager : Ramzi, sebenarnya apa yang sedang kamu hadapi? Kenapa akhir-akhir ini kamu lebih cenderung lebih giat beraktivitas dibandingkan hari-hari lainnya?
Ramzi : Saya sedang menghadapi tantangan yang cukup besar pak, jadi saya berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi tantangan itu.
Coba kita analisis kalimat Ramzi “Saya sedang menghadapi tantangan yang cukup besar pak, jadi saya berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi tantangan itu”.
Terlihat jelas perbedaan dari energi yang muncul. Energi yang muncul pada Guntur lebih menujukan sisi negatif, tetapi energi pada diri Ramzi adalah energi yang sifatnya positif.
Ketika Ramzi melafalkan bahwa yang sedang dihadapinya adalah tantangan, maka Ramzi telah meciptakan sebuah peluang keberhasilan, atau sedikit peluang pencapaian atas apa yang sedang dihadapinya. Ramzi telah meyakini bahwa pelafalan yang diucapkannya itu akan menjadikan dirinya lebih kuat, tidak tertekan pada apa yang sedang dihadapinya. Oleh karena itu dia lebih kuat, lebih yakin dan lebih percaya diri bila dibandingkan dengan Guntur. Kejadian yang dialami keduanyapun berbeda.
Dari kedua contoh diatas dapat dilihat bahwa, apa yang kita yakini itu merupakan sebuah masalah / permasalahan, maka yang akan kita alami adalah sebuah kecemasan dan cenderung mengarah kepada pribadi yang lemah. Tetapi jika kita meyakini bahwa ketika apa yang sedang kita hadapi merupakan sebuah tantangan, niscaya jalan atau peluang penyelesaian atas tantangan itu pasti akan tercapai, karena tantangan akan membuat manusia berfikir bagaimana caranya untuk mengahadapi tantangan tersebut dengan cara-cara yang positif. Hal ini dikarenakan tantangan adalah sebentuk ruangan yang meyelimuti usaha kita untuk mencapai terget, dan target itu adalah harapan.
Tulisan ini merupakan analisis saya dalam kategori bagaimana caranya menghadapi suatu hal yang sedang menimpa kita baik itu dalam wujud positf dan negatif. Jika banyak kekeliruan mohon tanggapan, kritikan, saran dan masukan lainnya.
Terimakasih,
_Vicktor Aritonang_
Ditulis dalam Uncategorized | Tag:masalah, mimpi., negatif, pencapaian tujuan, postitf, tantangan, target
_ Kaum-kaum Pelindung Dunia _
Awan putih yan sedang berkumpul dilangit itu layaknya mencerminkan segerombolan orang-orang berdedikasi tingi yang sedang berkompromi untuk mengubah dunia.
Hasil dari konspirasi mereka melahirkan teori-teori yang memukau bagi pemikiran masyarakat awam. Perlahan lahan kawanan orang yang berdedikasi tinggi itu mulai melangkahkan kakinya untuk mengitari ronga-ronga langit yang biru itu.
Diantara gedung-gedung itu terlihat juga tiang-tiang kokoh yang masih tertancap diatas permukaan tanah, kaki-kaki tiang itu telah merekatkan tubuhnya kelapisan tanah nomor dua. Keikhlasan mereka merupakan sebahagian pelajaran hidup yang berharga bagi kita semua. Sepertinya dengan cara itu mereka ingin memperlihatkan kepada semua mahluk yang hidup didunia fana ini. Ketegaran tiang-tiang kaki mereka mendiagnosa bahwa manusia saat ini masih saja memperhitungkan atas apa saja yang mereka raih, dan apa saja yang pernah mereka korbankan. Tiang-tiang yang berdiri dengan kemadirian itu tidak bosan-bosannya memancarkan aura keikhlasan yang mendalam. Harapannya manusia-manusia yang sudah mulai sedikit lupa akan kodratnya inipun dapat memiliki sifat seperti mereka. Mereka rela telah dijadikan sebuah tonggak yang dipaksa oleh sucuil mahluk yang menganggap diri mereka perfectionist untuk terus berdiri tegak selama-lamanya diatas bongkahan tanah yang sepertinya kesucian dan kemurniannya sudah mulai sedikit ternoadai.
Gedung-gedung bertingkatpun senantiasa ikut andil meramaikan jalannya skenario dunia yang penuh dengan sandiwara ini. Mereka dengan sekuat tenaga berusaha agar tetap bisa berdiri tegak menjulang tinggi keangkasa, upaya menampakan keperkasaannya. Seolah-olah ingin mendeklamasikan bahwa dirinya telah dibangun oleh tangan-tangan manusia yang kasar, berparas kejam, penuh dengan pemikiran yang inovatif, penuh dengan keegoisan, perkasa, dan dilengkapi dengan jiwa yang selalu optimis, serta dipenuhi dengan sifat yang serakah. Namun dengan tangan-tangan itulah gedung-gedung itu dapat memberikan pancarankekuatan dan kasih sayang kepada manusia disekelilingnya dan juga untuk dirinya sendiri, agar dapat terus memotivasi dirinya untuk selalu percaya diri tegak menahan teriknya matahari yang kian hari semakin terus menyengat pori-pori dindingnya. Agar dapat terus bertahan menahan derasnya guyuran hujan dan kencangnya terjangan angin malam yang dapat menusuk raga yang ternyata akreditasinya sudah mulai menjajaki tingkat kerapuhan.
Dibagian atas tiang-tiang itu terpasang serangkaian kabel yang memiliki aliran listrik yang terlihat carut-marut. Rangkaian kabel itu tercipta guna menghubungkan dari tiang satu ketiang yang lainnya. Rangkaian kabel yang carut-marut itu seolah-olah mendeskripsikan fenomena yang sedang terjadi dimuka bumi ini. Entah itu fatamorgana atau tidak, tetapi yang jelas fenomena yang muncul adalah fenomena dimana kesetaraan hidup yang mulai terombang-ambing, tingkat kepedulian antar sesama yang semakin terus memudar, keimanan, ketaqwaan yang mulai terasa dikesampingkan, dan kedamaian yang kian terus dipertanyakan. Semua ini hanya untuk berlomba-lomba mencapai kehidupan yang layak. Apakah hal ini sesuai dengan janji orang-orang yang mengaku dirinya sebagai kaum pelindung dunia.?????
Ditulis dalam Uncategorized | Tag:hati
Rintihan pasir terdengar lirih, terseok-seok menjejali panorama dunia yang hitam. Perlahan demi perlahan beberapa butiran pasir itu mulai menutupi dirinya dengan aura. Kalbunya yang bercahaya mampu menampar emosi dan keegoisan manusia-manusia jalang. Butiran-butiran pasir itu dapat menggerogoti kesedihannya, dengan mengisi pusaran-pusaran molekul yang indah untuk menepis hati yang telah lusuh dan kusam.
Seekor penyu merangkak, mengangkat tubuhnya yang berat karena cangkangnya yang begitu besar. Sulit memang baginya untuk bergerak cepat didalam jenjang kehidupan karena itu sudah merupakan takdir mereka. Cangkangnya yang begitu besar umpama manusia-manusia fakir yang sangat letih menjalankan kehidupannya untuk tetap tegar. Tetapi, walaupun keadaan ini sangat miris makhluk-makhluk alas tetap mampu menjalaninya. Tak sebanding memang jika kita melihat dari orang-orang borjuis yang terkadang tak pernah mengakui keberadaan penyu-penyu yang telah terkulai lemas di atas takdirnya itu. Bagi mereka penyu itu adalah sampah. Bagi mereka penyu itu adalah suatu bongkahan yang terjebak didalam regional keprimitifan. Dengan sekularisme yang semakin tinggi penyu-penyu itu akan semakin sulit untuk mencapai kemapanan.
Kemampuan dialektika yang sangat rendah menjadikan penyu-penyu itu semakin terpuruk. Terpuruk dengan emosi jiwa yang dikalahkan oleh derajat kehidupan. Namun, dengan keadaan yang seperti itu, kaum-kaum itu tetap memiliki romansa yang menggugah hati pengelana. Pengelana yang mampu menopang kesedihan, keterpurukkan dan kehancuran kaum-kaum tersebut.
Ion-ion negatif memang selalu menghiasi partikel kehidupan. Namun, kita jangan pernah lupa bahwa pasti akan ada ion positif yang akan terus menyeimbangi kegundahan didalam partikel kehidupan kita.
Apakah kita akan menjadi pengelana yang menyembuhkan derita kepedihan penyu-penyu itu atau kita akan berada didalam kelompok borjuis?
Ditulis dalam Uncategorized | Tag:aura, hidup, kemiskinan, panorama dunia
SocialVibe